Jumat, 29 Oktober 2010
LOPERAMID
nama dagang
- Amerol - Antidia - Colidium - Diadium
- Diasec - Imodium - Imomed - Imore
- Imosa - Inamid - Lexadium - Lodia
- Loremid - Motilex - Normotil - Normudal
- Opox - Oramide - Primodium - Renamid
- Xepare - Zeroform - Alphamid
dosis
Dosis dewasa :
Diare akut : dosis awal 4 mg per oral, dilanjutkan dengan 2 mg setiap diare berikutnya sampai dengan 5 hari; dosis lazim 6-8 mg per hari, maksimum 16 mg per hari. Bila diare akut tidak sembuh / tidak ada perbaikan dalam waktu 2 hari,sebaiknya pemakaian obat dihentikan.
Diare kronis : dosis awal 4 mg per oral, dilanjutkan dengan 2 mg setiap diare hingga diare terkendali, maksimum 16 mg per hari. Dosis rata-rata untuk pemeliharaan : titasi dosis sesuai kebutuhan individu, dosis rata-rata per hari 4-8 mg per oral diminum sebagai dosis tunggal ataupun terbagi, maksimum 16 mg per hari. Jika tidak ada perbaikan dalam waktu 10 hari dengan pemberian 16 mg per hari, pemakaian obat dihentikan.
Dosis anak-anak :
Diare akut : usia 2-6 tahun (13–20 kg) : 1 mg per oral tiga kali sehari; usia 6–8 tahun (20–30 kg) : 2 mg per oral dua kali sehari; usia 8–12 tahun (> 30 kg) : 2 mg per oral tiga kali sehari.
Diare kronis : dosis terapeutik pada anak-anak belum ditetapkan / tidak diijinkan untuk diare kronis pada anak-anak4, tetapi dosis 0,08-0,24 mg/kg/hari dalam 2-3 dosis terbagi telah digunakan.
Di Inggris, tidak diijinkan untuk digunakan pada anak-anak di bawah usia 4 tahun, sedangkan di Amerika, tidak diijinkan pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.
indikasi
Pengobatan simptomatik diare akut; terapi tambahan untuk rehidrasi dalam diare akut pada dewasa dan anak-anak di atas 4 tahun; diare kronis khusus untuk dewasa.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Loperamid. Nyeri abdominal tanpa adanya diare. Tidak boleh diberikan pada kondisi dimana hambatan peristaltik harus dihindari, terutama pada kondisi ileus atau konstipasi. Loperamid tidak boleh digunakan sebagai terapi utama pada kondisi:
(i) bacterial enterocolitis, yang antara lain disebabkan oleh organisme Salmonella, Shigella, dan Camphylobacter;
(ii) disentri akut;
(iii) Ulcerative colitis akut;
(iv) Pseudomembranous colitis yang berhubungan dengan penggunaan antibiotik spektrum luas. Bayi / anak-anak di bawah 2 tahun.
efek samping
Nyeri abdominal, mual, muntah, konstipasi, mulut kering, pusing, sakit kepala, reaksi kulit seperti kemerahan dan gatal, rasa lelah (fatigue)
interaksi
Dengan Obat Lain :
Loperamid meningkatkan absorpsi gastrointestinal Desmopressin. Interaksi major : Saquinavir (probable). Interaksi moderate : Gemfibrozil (established), Itraconazole (established).
Dengan Makanan : -
mekanisme kerja
Loperamid merupakan turunan sintetis Pethidine yang dapat menghambat motilitas usus dan juga mengurangi sekresi gastrointestinal.6 Loperamid diyakini bekerja dengan cara mengganggu mekanisme kolinergik dan non kolinergik yang terlibat dalam refleks peristaltik, menurunkan aktivitas otot circular dan longitudinal pada dinding usus.
bentuk sediaan
Kapsul 2 mg, Film Coated Tablet/Tablet 2 mg, Kaplet 2 mg
parameter monitoring
Perbaikan dalam konsistensi feses dan frekuensi defekasi. Pada terapi jangka panjang, perlu ditentukan status cairan dan elektrolit secara periodik. Nyeri abdomen, mual, konstipasi. Toksisitas SSP (Sistem Saraf Pusat) pada pasien dengan gangguan hati.
stabilitas penyimpanan
Disimpan pada suhu kamar, dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya. Larutan oral stabil pada pH 2,1-9,7. Disarankan agar larutan oral tidak dicampur dengan atau diencerkan dengan pelarut / solven lain
Tanggung jawab perawat
Penggantian cairan dan elektrolit sebaiknya diberikan sesuai kebutuhan, terutama pada kasus diare berat. Pasien diminta untuk memeriksakan diri ke dokter jika selama 2 hari pemakaian Loperamid masih mengalami diare atau gejala bertambah buruk, timbul demam, pembengkakan perut.
NI MADE DWI JAYANTI
D/KP/VII
04.07.1727
Langganan:
Komentar (Atom)

